Postingan

7 Daun untuk Adskhan, 1 Daun untuk Bunda dan Batang Adskhan pun Berbuah

Pohon Literasi Hari Pertama Kesepakatan pohon literasi Keluarga Budiman adalah : 1. Batang Batang ditulisi nama kami masing-masing. Ayah paling kiri, Adskhan di tengah dan Bunda di batang paling kanan. 2. Daun  Judul buku yang kami baca menjadi daunnya. Semakin banyak membaca, daunnya akan semakin rindang. Ada dua jenis daun. Hijau muda untuk daun Bunda, hijau tua daunnya ayah. Kalau Adskhan? Karena masih dibacakan jadi di batang Adskhan akan ada daun warna hijau muda dan hijau tua bergantung siapa yang membacakan. 3. Buah Untuk Ayah Bunda, buah diberikan jika kami mau berbagi isi buku yang kami baca, baik dalam bentuk tulisan ataupun presentasi..hehe Kalau Adskhan diberi buah, jika dia inisiatif membaca buku sendiri. Dan hari ini Adskhan minta dibacakan 7 buku plus dia asyik 'baca' sendiri bukunya.  Pagi-pagi Adskhan sudah mengambil Buku Hmmm 'Emosi ' Rabbithole dan minta dibacakan, lalu dia asyik sendiri menarik-narik tekstur yang ...

Kisah (Saya) dari Banggai

Tepat di bulan Ramadhan dua tahun yang lalu, saya diberi kesempatan untuk menikmati alam Banggai, dalam rangka site visit dan assessment   SD baru.  10 hari saya menikmati udara Banggai. Berpetualang menyelusuri daerah timur dan utara Banggai untuk mencari 4 sekolah yang sesuai bersama 4 pengajar muda yang luar biasa dan unik. Steva, Ucha, Loiza dan Roisa.  Salah satu hal yang saya kagumi dengan Banggai adalah kekuatan relawan dan budaya literasinya. Walau saat itu baru memasuki tahun ke-3 tetapi  sudah banyak local champion yang bersinergi satu sama lain. Banyak diinisiasi rumah baca di beberapa desa baik sekolah PM maupun bukan, menunjukan itikad yang kuat untuk menumbuhkan budaya membaca. Sempat saya bertemu dengan salah seorang guru di sekolahnya Ucha, yang membuka rumah baca di rumahnya. Semangat beliau luar biasa dan saya sangat mengapresiasinya. Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat informasi salah seorang teman menang lomba kepenulisan tentang ...

Jurusan Hidup

Gambar
Salah satu alasan saya memberanikan diri menjadi fasil matrikulasi IIP batch 4 adalah merecharge kembali pemahaman saya dari awal.  Tantangan demi tantangan 4 materi kelas Bunda Sayang membuat saya ngos-ngosan. Apalagi materi terakhir, sehingga biasanya di 3 materi sebelumnya dapat badge Outstanding Performance karena mengerjakan tantangannya selama 17 hari berturut2 tanpa rapel di materi terakhir gak dapat hanya badge mengerjakan tantangan 10 hari saja :) Karena walaupun melaporkan 17 hari tantangan, tp beberapa kali saya merapel tugas..hehe *highachievementbangetyahehe Alhamdulillah, setelah meminta izin dari suami dan berkonsultasi dengan fasil saya di kelas matrikulasi dan bunda sayang, akhirnya saya mendaftar jadi fasil matrikulasi batch 4 dan lolos :) Menjadi fasil adalah cara belajar kembali yang efektif. Semakin merenungkan materi demi materi dan belajar ke sang guru perantara ilmu. Saat di minggu pertama peserta mengerjakan NHW1 tentang jurusan hidup...

Anak dan Mesjid (2)

Gambar
Beberapa tahun yang lalu, bertemu seorang Bapak yang luar biasa -- seorang CEO di perusahan keren -- setiap Ramadhan  mengadakan pesantren kilat untuk anak-anak di mesjid rumahnya dengan tujuan  mendekatkan anak-anak ke mesjid.  Beliau berkisah, bagaimana para penghuni komplek mewah tersebut 'melarang' anak-anak kecil dibawa ke mesjid karena dianggap mengganggu. Saya waktu itu diajak oleh teman untuk menjadi panitia teknis. Hanya kami bertiga beserta anak-anak beliau yang sudah remaja. Walau hanya beberapa hari selama bulan Ramadhan. Mesjid di komplek rumahnya ramai dengan suara riang anak-anak yang mengikuti pesantren kilat :) Ikhtiar beliau mendekatkan anak-anak ke mesjid. Karena suatu hari nanti, Bapak-bapak pengurus mesjid dan imamnya akan menua dan membutuhkan penerus yang memakmurkan mesjid.  Bagaimana anak-anak akan mencintai mesjid, jika sejak kecil saja dilarang. Saya semakin menyadari pentingnya mendekatkan anak ke mesjid setelah menjad...

Anak dan Mesjid (1)

Gambar
Tadi pagi membaca sebuah postingan tentang anak yang dikasari pengurus mesjid karena berisik saat ikut solat tarawih. Jadi teringat kenangan masa kecil tentang mesjid. Bersyukur banget, para pengurus mesjid dan orang tua di daerah tempat saya menghabiskan masa kecil, gak pernah mengasari kam. Paling banter cuma ditegur agar tidak berisik. Abis itu dibiarin main lagi..hehe Saya termasuk mantan anak-anak yang mempunyai kenangan manis tentang masjid, yang kalau dipikir-pikir sekarang sepertinya bikin onar mesjid. Imaji indah tentang mesjid memenuhi kenangan masa kanak-kanak saya, terutama saat Ramadhan seperti sekarang. Dulu.. Dulu sekali. Sehabis berbuka puasa, saya dan teman-teman akan segera ke mesjid. Membawa mukena dan sajadah untuk salat tarawih. Sambil menunggu adzan Isya, kami akan menabuh bedug (ngadulag, istilah bahasa Sunda). Bedug adalah benda favorit kami, sehingga tak jarang rebutan. Tahukah Anda? Ada permainan terasyik menggunakan bedug. Masuklah ...

Memilih Berespon dengan Bersabar

Di depan rumah (kontrakan ) saya sedang ada pembangunan rumah. Sudah hampir 3 bulan tetapi belum selesai. 2 rumah besar. Seiring dg berjalannya pembangunan, terdengar macam-macam suara yang sejujurnya cukup mengganggu saya.  Ya tapi gak ada pilihan lagi bagi saya selain bersabar. Di sebelah rumah terdapat rumah  seorang ibu tua yang tinggal sendiri. Untuk mengusir sepinya beliau memelihara banyak ayam. Ayam-ayamnya itu sering membuat ulah, mereka gak mengenal toilet training jadi kotorannya pasti berceceran di teras rumah saya, pernah ayamnya terbang dan menjatuhkan bunga mawar dan pot tomat yang sy (padahal disimpan di atas), bertelur di tempat sepatu dan mengacak-ngacak keset, dll. Saya merasa punya pilihan selain bersabar, di beberapa kesempatan sy mengutarakan ulah ayam beliau. Namun beliau tidak merespon, misalnya dengan mengurung ayamnya. Beliau hanya mengiyakan kalau ayamnya sering bertingkah. Tanpa minta maaf pula. Sejujurnya saya merasa tidak punya pr...

Aliran Rasa Gaya Belajar Anak

Gambar
Memasuki materi keempat tentang gaya belajar anak membuat saya sedikit bingung.  Walaupun dulu sudah akrab dg VAK dalam posisi sebagai guru, tetapi rasanya sedikit pelik menemukan gaya belajar pada bayi 14 bulan. Saya coba saja. Dimulai dengan  kegiatan-kegiatan sederhana seperti mengenalkan mainannya,  benda di sekitar dan lain-lain.  Hari ketiga, saya mati gaya. Saya tidak mengawali dengan memberikan intervensi apapun. Membiarkan Adskhan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Saya mendampingi dan mengamati bagaiamana Adskhan bermain dengan buku-bukunya, bereksplorasi dengan air di bak mandi, beradaptasi saat bertemu teman dan lingkungan baru. Saya menemukan betapa cerdasnya Adskhan. Dia mempunyai rasa ingin tahu tinggi, tak menyerah kalau menemui tantangan, dan belajar dari pengalaman. Saya melihat Adskhan tertarik untuk belajar hal baru (learn), mengeliminasi informasi yang dia tidak tertarik dg hal tersebut (unlearn) dan belajar lagi hal yang dia...