perjalanan menuju Galuh...(Ce Pe eM IV)

Jadi pengajar muda! Subhanallah, masih antara yakin dan gak. Koq bisa yah, setelah sebelumnya gagal.

Alhamdulillah, setelah mengikuti rangkaian test, namaku tercantum sebagai salah satu dari 72 kandidat Pengajar Muda IV.
Antara senang, deg2an dan bingung karena rencana lainnya sudah dipersiapkan.
Surat rekomendasi S2 sedang diurus, daftar les Bahasa Inggris, biodata pun sudah siap diberikan J

Tetapi Allah memberikan kesempatan lain.

Tepat saat aku menentukan jadwal untuk mulai masuk kelas di ELP, aku dapat email yang berisi aku dipanggil untuk Medical Check Up. Dan sehari setelah aku ngurus-ngurus surat rekomendasi untuk S2, aku ditelpon dan dikabari lulus sebagai kandidat pengajar muda IV.

Semoga keputusanku tepat, untuk menunda semua rencana hidupku dulu.

Jadi Pengajar Muda keinginan lamaku yang baru sekarang terwujud. Doa lama yang dikabulkan sekarang, menurutNya inilah waktu yang paling tepat untukku.
Sebelumnya aku pernah ikut seleksi Pengajar Muda (PM)  gelombang III, tetapi hanya sampai direct assessment (seleksi tahap II) tidak dipanggil untuk medical check up. Saat itu cukup sedih, merasa ditolak setelah mengalami beberapa kegagalan juga.

Tetapi harus selalu yakin, bahwa Allah paling tahu apa yang terbaik dan waktu yang paling tepat untuk kita.

Keinginanku mengikut seleksi PM gelombang IV  gak terlalu kuat seperti  gelombang III sebelumnya. Aku pun mendaftar semalam sebelum pendaftarannya ditutup. Berawal dari chat dengan seorang teman yang dulu bertemu saat seleksi gelombang III dan sama-sama gak lolos. Dia memprovokasiku untuk ikut lagi, dia pun ternyata mencoba lagi. 
Awalnya aku menolak dengan alasan sebentar lagi umurku gak 25 (batasan ikut IM), tetapi setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya mencoba. Toh, kalaupun gak lolos lagi, aku gak rugi.

Akhirnya aku buka website IM dan mendaftar. Kalau pas gelombang III aku ngisi aplikasi online dengan hati-hati dan penuh pertimbangan sampai harus disave selama beberapa hari untuk memikirkan apa yang harus aku tulis, pada saat gelombang IV aku lebih santai dan tak ada beban, dalam beberapa menitpun beres.  Mungkin karena IM gelombang III aku juga berhasil lolos seleksi tahap ini jadi agak sedikit percaya diri.

Setelah itu yah sudah, aku gak ada beban dan harapan besar untuk lolos seleksi sekarang.

Seminggu kemudian, gak sengaja aku lihat berita di home fb tentang pengumuman hasil seleksi I.  Dengan sedikit penasaran kubuka account gmailku, ternyata ada surat yang berisi ucapan selamat karena aku lolos.
Dari sini aku mulai panik, harus maju atau menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku baru ngajar 6 bulan di sekolahku yang baru, kalau ternyata aku lolos masa aku meninggalkan pekerjaanku begitu saja. Usiaku juga akan menginjak angka 26 tahun ini, kalau jadi PM kapan aku nikahnya. Lintasan-lintasan pikiran memburui otakku. Hingga akhirnya setelah minta pertimbangan orang tua dan shalat istikharah aku putuskan lanjut ikut proses selanjutnya.

Seleksi tahap II dilakukan seminggu setelah pengumuman, begitu cepat. Karena aku termasuk kandidat yang diseleksi untuk sesi Direct Assessment (DA) Jakarta I. DA, dibagi beberapa kali di beberapa kota. Setiap hari dipanggil sekitar 15 kandidat untuk diseleksi, aku termasuk 1 dari 12 orang yang dipanggil untuk diseleksi di Jakarta hari pertama. Kalau gelombang III yang apply 5300an orang dan yang dpanggil untuk DA 156 orang, ternyata yang apply gelombang IV sekitar 8400 orang dan yang dipanggil ada 267 orang.
Semakin menciutlah nyaliku, kalau dulu dari 156 aja aku gak lolos apalagi dari 267 orang.

Tetapi harus tetap optimis!

DA I dilaksanakan tanggal 16 Januari 2012 (5 hari sebelum jatah 25 tahunku habis). Kandidat harus sudah dilokasi pukul 7. Sehari sebelumnya aku meluncur dari Bandung dan menginap di rumah kakak tingkatku.

Galuh II no 4. Aku kesana lagi, untuk seleksi lagi setelah 6 bulan yang lalu kesana juga dan gak lolos. Niat banget yah. Para kandidat pun datang, aku tak banyak ambil suara dalam perbincangan menunggu waktu seleksi. Sepertinya memang akulah yang paling tua secara umur dan angkatan. Bismillah, aku sudah disini masa harus mundur.

Akhirnya, kamipun dikumpulkan untuk diberi pengarahan tahapan DA oleh Mba Evi. Dejavu!
Ada sedikit perbedaan dengan DA PM gelombang III, kalau yang sekarang tahapannya ada psikotest dulu dan sesi studi kasusnya diganti role play. Aku menjalani semuanya dengan tenang, aku banyak belajar dari DA PM Gelombang III yang aku begitu tergesa-gesa dan selalu ingin cepat selesai sehingga jika ada kesempatan untuk ‘tampil’ pertama aku selalu mengajukan diri.

Setelah psikotest, peserta DA Jakarta I dibagi 2 kelompok kecil untuk mengikuti sesi selanjutnya.
·         Sesi self presentation
o   Dalam sesi ini, kita diberi waktu sekitar 5-7 menit untuk memperkenalkan diri kita dan motivasi kita jadi PM. Setiap kandidat mempresentasikan dirinya, latar belakang keluarga, pendidikan, prestasi dan yang paling penting adalah motivasi jadi PM.  Menurutku yang paling dinilai oleh asesor adalah motivasi jadi PM dan karakter diri, kejujuran dan penerimaan terhadap diri sendiri. Banyak kandidat yang begitu menggebu-gebu sehingga dia lupa menceritakan dirinya dengan detail dan lebih mengumbar prestasi.
·         Sesi selanjutnya adalah FGD
o   Kita diminta mempelajari sebuah kasus yang mungkin akan terjadi saat kita bertugas dan mengurutkan solusi dari kasus tersebut. Saat terlihat bagaimana alur berpikir setiap kandidat.
·         Interview
o   Sesi interview adalah sesi kejujuran. Mengungkapkan diri kita yang sebenarnya dari setiap pertanyaan yang dilontarkan. Jangan pernah menjadi orang lain yang dianggap lebih hebat dan berprestasi, be your self! Hal-hal yang ditanyakan adalah bagaimana cara kita mengatasi masalah dan konflik yang pernah terjadi dalam hidup kita. Jangan lupa dengan apa yang pernah kita tulis dalam form apply seleksi tahap I karena beberapa pertanyaan hampir sama. Yang mewawancaraku Mba Evi, akupun bertanya tentang umurku yang udah mau 26. Kata Mba Evi gak masalah, ini sudah dipertimbangkan tim rekrutmen makanya aku lolos tahap I juga. Alhamdulillah, melebarlah senyumku.
·         Microteaching
o   Setiap kandidat diminta untuk melakukan simulasi ngajar sekitar 7 menit. Materinya terserah kita. Kunci dalam tahap ini adalah kreatif n stay cool. Wuiihh, para asesor yang menilai kita akan berubah menjadi murid-murid yang ‘menggemaskan’. Harus benar-benar bersabar dan panjang akal dalam menghadapinya.
·         Role play
o   Akan ada sebuah kasus, setiap kandidat akan diberikan peran yang berbeda-beda dan memberikan solusi untuk setiap kasus.
Selesailah semua rangkaian DA yang memakan waktu hampir seharian… Wuiih, kepala ngebul dan jantung berdegup lebih kencang menunggu kabar baik selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu, Mohon Tidak Sembarang Memberikan Makanan kepada Anak Orang Lain

Aliran Rasa Bunda Sayang Game Level 5