Kamis, 23 Februari 2017

Mengajak Adskhan BAB di Kamar Mandi - Melatih Kemandirian Anak #1

Nama anak : Abdillah Adskhan Budiman
Umur : 1 tahun kurang 2 hari
Kemandirian yang ingin dilatih : Toilet training
Target seminggu ini : BAB di kamar mandi

Adskhan belum bisa berjalan dan berbicara, sehingga untuk mencapai targetan kami melakukan observasi terlebih dahulu selama 2 hari, dan hasilnya :
- Adskhan BAB dalam rentang waktu pukul 05.30 dan atau pukul 09.00
- Adskhan intensif BAK setelah siang hari, pukul 11.30 sebanyak 5-6 x sampai sore hari.

Hari pertama (Kamis, 23 Februari 2017)

Pagi ini pukul 06.00 Adskhan terlihat seperti ingin BAB, ekspresi mukanya mulai berubah. Ayah yang saat itu sedang mengajak Adskhan bermain  di kamar (sementara saya beres-beres) mengajak Adskhan ke kamar mandi. Adskhan diajak ke kamar mandi dengan cara berjalan, posisi kamar mandi tepat sebelah kamar.
Sesampainya di kamar mandi, Adskhan malah tertarik memainkan gayung barang lainnya. Setelah ditunggu selama 5 menit dan sepertinya tidak ada tanda-tanda mau BAB, akhirnya Adskhan diajak kembali ke kamar.

Pukul 09.00 Adskhan mulai ngeden lagi, saya dan Adskhan sedang di teras rumah. Saya mengajak Adskhan ke kamar mandi dengan mengajaknya berjalan. Kejadian pagi terulang kembali. Adskhan tertarik dengan barang-barang yang ada di kamar mandi tidak jadi BAB.

Pukul 12.30, Adskhan sedang asyik bermain dan saya sedang makan siang. Ekspresinya berubah dan langsung ngeden. Saya tunggu agak lama sampai dia benar-benar mengejan, baru saya ajak ke kamar mandi dan menjongkokannya di kloset. Dia masih tertarik dengan gayung, tetapi sudah pup di celananya sebelum saya berhasil membuka celananya. 
Ternyata Adskhan tidak nyaman jongkok di kloset. Mungkin karena posisinya yang lebar. 
Akhirnya saya turunkan, dan dia BAB di lantai kamar mandi.

Lesson learnt dan perbaikan :
- merapikan barang-barang di kamar mandi yang dapat mengalihkan perhatian Adskhan
- harus bisa mensiasati supaya Adskhan nyaman jongkok di kloset

Hal yang sudah baik :
- Adskhan mulai dibiasakan BAB di kamar mandi dan diajak berjalan ke kamar mandi tanpa pupnya berceceran di lantai.

Hal yang masih membingungkan :
- Apakah sebaiknya Adskhan dituntun ke kamar mandi atau diangkat?

Ciater, 23 Februari 2017
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian
#BundaSayang
#IbuProfesional
#IIP
#ToiletTraining
#AbdillahAdskhan
#1y-2d

Senin, 20 Februari 2017

inilah saya..

Dulu punya banyak cita-cita.. Ini itu, terus ganti seiring berjalan waktu.
Sampai akhirnya, aku sadar bahwa waktu terus bergulir dan tak ada kompromi untuk menjajaki setiap kehausan petualangan diri.

Ku tengok kanan kiri, ternyata tak ada keahlian yang kukuasai, karena seringnya berpindah arah.

Kini, mandat sebagai Ibu tak bisa kusepelekan.
Tak ada kesempatan kedua untuk tumbuh kembang anak.
Izinkan aku menjadi ahli dibidangku.. Menjadi ibu dan istri yang profesional..
Inilah catatanku, a journey to became a 
profesional Mom..

Harus ahli?
- beres-beres
- masak
- menjahit
- dandan
- ngatur uang
- baca al quran
- mendidik anak (montessori)

Minggu, 19 Februari 2017

Istri yang Menenangkan

Selepas magrib, Ayah membacakan Muhammad Teladanku untuk Adskhan.
Jilid Menjadi Rasul.. Menceritakan ketulusan Bunda Khadijah saat Rasulullah SAW mendapat wahyu.

***
"Selimuti aku" pinta Muhammad.
Khadijah segera menyelimuti suaminya yang menggigil seperti terkena demam.
Kemudian Muhammad menceritakan semua yang terjadi. Beliau memandang Khadijah dg tatapan mata meminta kekuatan dan perlindungan..

"Wahai putra pamanku, bergembiralah dan tabahkan hatimu. Demi Dia yang memegang hidup Khadijah, aku berharap kiranya engkau akan menjadi nabi umat ini. Sama sekali Allah takan mencemoohkanmu sebab engkaulah yang mempererat tali kekeluargaan dan jujur dalam berkata-kata. Engkau mau memikul beban orang lain dan menghormati tamu serta menolong mereka yang dalam kesulitan atas jalan yang benar"

Nabi pun segera tenang, beliau memandang Bunda Khadijah dg penuh rasa terima kasih

***

Jadi refleksi.. Walaupun sangat jauh dari karakter Bunda Khadijah, semoga bisa meneladaninya..
Menenangkan suami saat cemas dan butuh dikuatkan, bukan malah sebaliknya.

Membaca setiap episode kehidupan Rasulullah di Mute, selalu menjadi nasihat buat diri sendiri..

Jumat, 17 Februari 2017

Aliran Rasa Komunikasi Produktif


Tuntas merampungkan tantangan 10 hari komunikasi produktif, bukan berarti saya sudah berhasil menjadi komunikator yang baik.

Berkomunikasi dengan suami dan Adskhan ternyata hanyalah latihan sederhana.

 Komunikasi yang lebih rumit saya alami ketika mudik ke Tasik. Berkumpul dengan keluarga besar (7 orang dewasa, 1 anak 6 tahun, dan 4 batita) adalah the real tantangan komunikasi produktif bagi saya.

Jika saya dan suami, tak perlu banyak berdebat untuk memutuskan sesuatu karena cara pandang dan prinsip  kami hampir sama, maka berbeda dengan yang terjadi di keluarga besar.

 Dimulai dari hal sepele..

Para batita sedang lincah-lincahnya..
Alifa (22m), Adskhan (11m), (Aprilia (8m) dan Arfa (6m).
Mereka punya cara sendiri dalam bereksplorasi.
Jika saya dan suami cenderung membiarkan, mengamati dan mendampingi maka pola asuh yang terjadi di keluarga besar adalah melarang dengan kata-kata, dan cenderung memproteksi.

Saya kadang keceplosan langsung menyampaikan apa yang saya pahami, tanpa melihat situasi (choose the right time), namun alhamdulillah tidak ada konflik atau sanggahan dari keluarga besar saya. Walaupun begitu, saya tahu saya keliru dalam menyampaikan.

Qadarullah anak saya sakit pada saat saya mudik dan LDMan dengan suami, tantangan komunikasi pun semakin bertambah.

Pro kontra meminumkan antibiotik, makanan untuk Adskhan, cara membujuk meminumkan obat ala saya dan neneknya  menjadi latihan komunikasi produktif tersendiri. 


Ternyata..
Walau Frame of Experience cenderung sama, tetapi jika Frame of References berbeda lebih rumit komunikasinya..

Pemahaman dan pengetahuan saat ini akan membentuk kesadaran untuk mengubah dan memperbaiki apa yang dianggap keliru yang pernah dialami di masa lalu.

Sedikit demi sedikit saya mulai berbagi secara tidak langsung mengenai komunikasi produktif kepada keluarga besar saya.. Dengan cara dan bahasa yang lebih mudah dipahami dan diterima.

It takes a Village to raise a CHILD

***

Selama 10 hari menuliskan cerita komunikasi produktif dan berlatih  konsisten mempraktikannya, ternyata mengajarkan saya untuk..

1. Merefleksikan dan menulis apa yang terjadi setiap hari dan menangkap momen seru yang terjadi di keluarga kami
2. Berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya, tak jarang saya dan suami saling mengoreksi cara kami berkomunikasi dan berkomitmen memperbaikinya. Jika salah satu mengulangi kesalahannya lagi, yang lain mengingatkannya.
3. Menularkan cara berkomunikasi produktif minimal ke lingkaran terdekat kita.
4. Berlatih berlatih berlatih. 

Ciater, 17 Februari 2017




Kamis, 16 Februari 2017

ORIGINALITAS


#SerbaSerbiOnlineShop

Teman : Mbaa,
 Tulisan saya diangkut tanpa ijin. 
Hikss
Sama plek
Ga dimodif 😓
Sama temen segrup
Sediihh 😱
 Baru belajar nulis padahal 😅

Saya : Yg mana Mbak??
Siapa siapa?

Teman : Status saya semalem
Sama mba XXX 😅
Plek semua
Hikss

Saya : Saya isengin yaa...

***

Ini bukan kejadian pertama, sering kali tulisan promo dicopas teman tanpa izin. Baik teman setim atau beda tim. Di dalam etika berjualan tentu saja tidak diperbolehkan.

Saya pernah mengalaminya, bukan cuma tulisan tetapi gambar yang saya buat Watermarknya ditimpa dengan namanya sendiri.

Siapa yang gak sewot kalau gitu!!

Akhirnnya saya inbox orangnya, berusaha menyampaikan kalau saya keberatan dan minta dia membuat markom sendiri.
Si pengopaspun minta maaf dan langsung menghapus postingannya.

Supaya kapok, saya posting kejadian tersebut di FB, berharap para tukang copas baca tulisan tersebut.

Originalitas..

Bagi saya, origalitas adalah style sendiri. Saya lebih puas menggunakan kata-kata sendiri dibanding postingan yang disiapkan tim. 
Walaupun kadang-kadang saya pakai postingan tim jg, tetapi saya lebih sering menuliskan ide sendiri.

Sedihnya, copas mengcopas dalam tim seolah menjadi hal wajar. Iya sih kan satu tim, jd saling support tapi kebiasaan ini menjadikan membernya seolah tak punya branding sendiri dan yang paling menyedihkan kadang melupakan etika jualan online.

Sejujurnya, saya sangat kagum sama tim sebelah yang mengedepankan originalitas. Tiap Book Advisor dibimbing untuk bisa menulis sehingga memiliki branding tersendiri.

Yaa.. Karena rezeki itu pasti, kemuliaanlah yang harus dicari.
Rezeki itu sudah Allah atur, menjemputnya dengan cara yang mulia. Salah satunya dengan tidak jualan menggunakan materi promo orang lain tanpa izin.

#notetomyself
#OneDayOnePost