Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Food Waste

Gambar
Mendapat pencerahan lagi dari grup #belajarzerowaste Kali ini mengenai food waste. Langsung merasa tertohok dan merasa bersalah. Kayanya tiap hari selalu aja ada food waste dari rumah kami. 
Menurut FAO, food waste / sampah makanan berarti jumlah sampah yang dihasilkan pada saat proses pembuatan makanan maupun setelah kegiatan makan yang berhubungan dengan perilaku penjual dan konsumennya.
Faktanya,  Indonesia penyampah makanan terbanyak No.2 di dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta orang dan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia sebesar 190 juta ton per tahun, 13 juta ton-nya terbuang sia-sia. Padahal jumlah tersebut sama saja dengan jumlah kebutuhan makan 11% populasi Indonesia atau sekitar 28 juta penduduk! Angka tersebut hampir sama dengan jumlah penduduk miskin Indonesia pada tahun 2015 (BPS). Miris ya 🙁 Ternyata negara lain pun demikian.  Menurut British Retail Consortium (BRC) selama tahun 2014 saja ada 15 juta ton makanan yang dibuang oleh lebih dari 60 juta pendudu…

Asyiknya Bermain Matematika

Gambar
Tantangan di kelas Bunsay Leader kali ini adalah membuat permainan matematika. Mencoba mengingat permainan yang dulu sering dilakukan dengan anak-anak murid.

Kalau dengan Adskhan, karena masih 2 tahun, biasanya hanya bermain petak umpet 🙈. Masih permainan matematika sih, berkat sering bermain petak umpet Adskhan jadi hafal angka 1-10. Alhamdulillah :)

Permainan tanpa Alat
Permainan 1 : Patung PancoranMengenalkan konsep pembagian



Aturan main : Peserta diminta menghitung jumlahnya secara berurutan (1 sampai selesai)fasilitator menjelaskan aturan permainan dan memperagakannya, jika patung pancoran > peserta berdiri sendiri-sendiri, dan bergaya seperti patung pancoranMotor > peserta mencari pasangan dan memperagakan motorLampu lalu lintas > peserta membentuk kelompok yang terdiri dari 3 orang dan memperagakan lampu lalu lintasMendayung > peserta membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang dan memperagakan sedang mendayungBunga > peserta membentuk kelompok yang terdiri dari 5…

Lakukan 3-AH untuk Mengurangi Kontribusi Sampah dari Rumah Kita

Gambar
Tak dipungkiri setiap hari rumah kita menghasilkan sampah. Sesederhana dalam proses menyajikan masakan, kita sudah menghasilkan beberapa sampah. Seperti pagi ini saya memasak sayur sop, bakwan jagung dan balado telur. Setelah proses memasak selesai, tertinggal sampah kulit wortel, kulit kentang, kulit bawang,  kulit dan bongkol jagung, plastik tepung terigu, kulit telur, minyak bekas menggoreng, dll.  Belum lagi  jika sayuran-sayuran tersebut dikemas oleh Abang Sayur menggunakan kantong plastik.  Atau jika makanan tersebut ternyata tidak habis, maka akan menambah kontribusi sampah di sekitar kita.
Sampah-sampah tersebut membuat kita tidak nyaman sehingga berusaha membuangnya agar tidak terlihat lagi. Tetapi sangat disadari bahwa sampah yang dibuang tak benar-benar hilang. Sampah yang dihasilkan hanya berpindah tempat, dari rumah kita ke tempat sampah lainnya hingga sampai di tempat pembuangan akhir.
Berikut ini fakta sampah di Indonesia 
1. Penduduk Indonesia saat ini sebanyak 237 ju…

Ke manakah Sampah Kita

Gambar
>> Misteri Kantong Kresek Hitam
Pagi-pagi sekali, Abah sudah pergi membawa kresek hitam besar. Setiap pagi hal itu dilakukan beliau, atau sesekali bergantian dengan Emak. Saya -yang kala itu masih berusia empat atau lima tahun- sangat penasaran dengan kresek hitam tersebut. Apa isinya? Ke mana mereka membawanya? Hingga suatu subuh, saya berhasil bangun  di kala Emak belum berangkat. Saya merengek ingin ikut, Emak pun akhirnya mengajak saya menjalankan misinya. Kami berjalan di keremangan subuh, menyelusuri jalan hingga menemukan sebuah sungai besar. Di keluarkanya isi kantong kresek hitam tersebut di pinggir sungai. Satu persatu plastik, bekas odol, botol bekas sampo hanyut bersama aliran sungai. Saya mengamati perginya benda-benda tersebut sampai tak terlihat lagi. Tak hanya saya dan emak yang ada di sana, ada dua orang ibu lainnya melakukan hal serupa.

>>> Lubang di Depan Rumah
Sore itu, Bapak menggali lubang yang besar dan cukup dalam. Lubang yang mirip dengan luban…