Bu, Mohon Tidak Sembarang Memberikan Makanan kepada Anak Orang Lain


Hari ini saya mengobati Adskhan ke dokter anak. Saya datang setengah jam sebelum praktik dokternya dimulai, ternyata mendapat no antrian 17, banyak anak-anak yang sakit.
Selama dua jam lebih kami menunggu giliran, selama itu pula berusaha mengajak Adskhan bermain agar tetap anteng. Alhamdulillah, Adskhan tidak rewel. Dia bermain ke sana ke mari.
Adskhan berhenti di depan seorang ibu paru baya yang sedang makan buah-buahan, mengamatinya. (Adskhan selalu penasaran dengan apapun). Ibu tersebut memberikan Adskhan sepotong buah melon yang ditusuk oleh tusukan rujak. Saya mencoba menolaknya dengan halus. Sang Ibu tampak tetap bersemangat memberikannya kepada Adskhan. Lalu saya sampaikan dengan halus bahwa anak saya sedang diare, mohon maaf tidak bisa menerima pemberiannya.
Saya pun segera menggendong Adskhan dan pamitan. Ibu tersebut sedang mengantar cucunya yang sakit batuk.

Setengah jam berlalu, kami (saya dan ibu paruh baya tadi) masih belum mendapat giliran pemeriksaan. 
Ibu-ibu tadi jalan-jalan bersama cucunya. Cucunya sedang makan Nyam-nyam, berhenti di depan kami. Adskhan yang bosen refleks ingin Nyam-nyam juga. Tangannya menunjuk  nyam-nyam. Saya dan suami berusaha mengalihkan perhatian Adskhan. Ibu tersebut langsung memberikan sesendok Nyam-nyam yang sedang dimakan cucunya. Dengan sigap, Adskhan mengambil dan langsung melahapnya :'(

Saya dan suami hanya bisa saling pandang. Lalu meminta Adskhan mengembalikan sendoknya dan berterima kasih atas kebaikan ibu tersebut.

Ingin sekali menyampaikan bahwa.. 
' Bu, anak saya sedang sakit diare, kami menjaga sekali makanannya. 
Bu, cucu ibu juga sedang sakit batuk, kami khawatir menulari anak kami. Dan apakah ibu tidak khawatir cucu ibu juga tertulari anak saya..'
Tapi saat itu saya tidak bisa berkata apa-apa dan mengolah kalimat yang ada dibenak saya menjadi sebuah kalimat yang lebih halus agar tidak menyinggung beliau.
Saya sangat berterima kasih atas kebaikan dan keramahan ibu tersebut. Beliau ibu yang dermawan, namun sayang tadi bukanlah saat yang tepat.

Beberapa saat kemudian, saya melihat ibu tersebutpun memberikan sebuah donut kepada anak lain yang sedang mengantri juga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Belajar 'Memicu Kreativitas Anak'

Resume Kulgram 'Keluarga Muslim Cerdas Finansial'