Q & A Sharing Menulis


1. Nama : Nining Suherni
Pertanyaan : ketika menulis pengalaman pribadi tapi khawatir menyinggung seseorang, apakah layak di tulis ? Apakah ada cara tertentu ?

➡  Tentukan tujuan Mbak Nining menulis pengalaman tsb utk apa? Apakah sekedar menghilangkan kesal dan konsumsi pribadi (tidak di media sosial
atau di tempat yang akan dibaca orang). Jika tujuannya itu, maka bebas mau menuliskan apapun.

Tetapi jika tujuan menuliskannya untuk berbagi pembelajaran hidup dan konsumsi umum (seperti di status FB, buku inspirasi) sebaiknya Mbak menyamarkan tokohnya dengan tidak menuliskan nama yang sebenarnya (tentu saja), dan  menuliskan  beberapa kejadian yang mirip.
Boleh pengalaman pribadi, cerita orang lain, lihat dari berita.
Ceritakan masing-masing kejadian tsb secara objektif. Kemudian tarik benang merahnya di akhir. Jadikan itu sebagai bahan refleksi yang dapat diambil hikmahnya.

***

2. Nama : Almira Hasna Zulfany
Pertanyaan :
1⃣ Saya beberapa kali buat naskah (meski baru 1 saja yang rampung), tapi bingung mau dikirim ke penerbit mana dan bagaimana caranya, mungkin bunda ada saran? 😅
➡ Mbak tentukan dulu, apakah naskahnya ingin diterbitkan secara indie atau penerbit mayor.
Kalau indie, banyak penerbit-penerbit indie yang siap menerima naskah , fasilitas proof reading, editing, dll asalkan kita punya modal untuk membeli sejumlah eksemplar bukunya. Ada yg minimal 30 atau 100 bergantung penerbitnya. Ada yg sistemnya royalti, ada yg hanya menyetak saja.

Jika Mbak berkeinginan diterbitkan di penerbit mayor, maka Mbak harus mencari tahu penerbit mana  yang menerima naskah dengan kategori tulisan Mbak tsb. Lalu ajukan outline. Jika diterima, baru kirimkan naskahnya. Setelah itu lalu akan ditentukan kerjasama dg penerbitnya. Apakah jual putus (kita dapat fee dari tulisan kita, berapapun buku yg terjual tidak mempengaruhi fee kita) atau sistemnya royalti.

2⃣ Ada tips dan trik agar rajin menulis selama Ramadhan, bun?
➡ Kuatkan tekad dengan mengingat tujuan kita menulis untuk apa, ikut komunitas menulis yang 'memaksa' sering menulis (seperti ODOP, Mutter, 30 hari bercerita), menulislah.

***

3. Nama : Desi Pramudiwati
Pertanyaan : Mbak, boleh di share pengalaman menerbitkan buku? Proses dg penerbit mayor dan indie seperti apa?

➡ 8 buku antologi penerbit indie dan self publishing, 1 buku antolongi penerbit mayor.
Dari buku-buku tsb ;
- 3 antologi hasil ikut sayembara (naskah kita diseleksi): Me Time Story, Jurnal Ibu Pembelajar, Flashes of Life.
- 3 antologi tulisan alumni pelatihan menulis (prosesnya belajar bersama, direview, direvisi) : Wonderful Ramadhan, Meraih Bintang Surga, 26 Dongeng Negeri Peri
- 2 antologi pengen nulis aja bareng teman2 penulis : unbroken heart, my long distance relationship.
- 1 buku antologi saya dg penerbit mayor. Sistemnya jual putus. Kami kirim naskah > diterima > diberi fee > buku terbit.
Ini fee-nya sudah diterima, bukunya masih dalam antrian terbit. Makanya sy belum tulis judul bukunya, nunggu terbit dl..hehe

***

4. Nama : Yusnita M. Anggraeni
Pertanyaan : Saya salut pada para ibu yang di tengah berbagai kesibukan masih saja mampu berkarya. Saya sendiri masih belajar konsisten menulis. Bagaimana cara Bun Nani mengatur waktu terutama saat berhubungan dengan dunia kepenulisan?

➡ Saya alokasikan waktu untuk menulis. Biasanya malam saat anak dan suami sudah tidur. Senin, Rabu dan Jumat malam. Jika ada ide, di pagi atau siang biasanya akan saya catat dulu poin-poinnya dan dibuat tulisan di malam hari. Agar konsisten, saya ikut komunitas yang 'memaksa' kita membuat tulisan.
Atau ikut proyek-proyek buku.

***

5. Nama : TRIAMIYATI
Pertanyaan :
1.saya paling sulit menata bahasa sendiri dlm tulisan menjadi bahasa yang enak dibaca. Mohon tips nya agar bisa menguasai tata bahasa yang tepat dan menghindari pengulangan kata yg cenderung membosankan saat dibaca.

Tipsnya :
1. Banyak membaca. Membaca membuat kita mempunyai referensi pemilihan kata, gaya tulisan yang lebih luas.
2. Endapkan tulisan minimal 30 menit, setelah itu bacalah dengan nyaring. Membaca nyaring membuat kita tahu kapan harus menentukan titik, koma, tanda baca, kalimatnya ambigu, dll.
3. Setelah diendapkan, lakukan self editing. Perbaiki susunan yang belum tepat. Jika ada kata yang berulang dalam satu paragraf minimal 3 kali, maka sebaiknya segera diubah dengan mencari sinonimnya atau kata penggantinya.
Misal : Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan mulia, dll.

2. Bagaimana mempertahankan mood agar konsisten dalam satu tulisan (dg tema tertentu) karena terkadang saya untuk 1 tema tulisan sering sekali tiap harinya berubah moodnya dan justru inisiatif untuk menuliskan perasaan yg saat itu sdg dirasakan.sehingga tujuan "selesai" dlm 1 tema ini menjadi tak berujung.
➡ Menulislah dengan bahagia. Jika akan atau sedang menulis ternyata mood kita kurang bagus, maka jangan menulis. Lakukan hal lain dl yang membuat mood kita bagus. Kalau gak bagus2?
Kembalikan lagi ke tujuan kita menulis untuk apa? Jika ingin membuat buku, bayangkan saat buku kita terbit dan bermanfaat bagi orang lain.

***

6. Nama : Dinie Puspitasari Syam

Pertanyaan :
1. Penasaran dengan buku Jurnal Pembelajaran, apa saja isi bukunya dan bagaimana merancangnya hingga menjadi satu buku?
➡ maaf Mbak, maksudnya buku Jurnal Ibu Pembelajar (salah satu buku saya) atau cara membuat buku Jurnal Pembelajaran ?
Buku Jurnal Ibu Pembelajar (JIP) adalah salah satu projectnya Mbak Farda Semanggi (Leader IIP). Beliau membuat sayembara, pengumpulan naskah kegiatan ananda berbasis fitrah. Saya mengikutinya dan alhamdulillah lolos.
Bukunya berisi perjalanan para ibu bersama ananda dalam menyemai fitah-fitrah ananda sekaligus fitrah ke ibuan. Ditulis dar hasil project gerakan JIP selama tahun 2017 yang melibatkan 25 kontributor penulis dari 10 daerah. Berisikan uraian kegiatan aplikatif dari pendidikan berbasi fitrah/pendidikan di rumah.

***

7. Nama : Evita FL
Pertanyaan :
1⃣ Apakah ada aturan khusus dalam menulis karya populer?
➡Ada Mbak, bergantung karya populernya apa dulu karena banyak jenisnya.

2⃣ Bolehkah dishare tips dan trik supaya tulisan kita bisa layak terbit?
➡ Cari tahu dulu tujuan Mbak menerbitkan buku untuk apa?
Jika sekadar terbit, gampang sekali. Mbak punya modal, cetak di penerbit indie atau self publishing, jadi deh buku.
Namun jika ingin bukunya bermanfaat dan dibaca lebih banyak orang, maka hal yang pertama dilakukan adalah mengetahui :
1. Buku apa yang mau kita tulis?
2. Apa saja isinya?
3. Siapa yang akan membaca buku ini?
4. Mengapa mereka perlu membaca buku ini?
5. Apa keunikan buku ini?

Selain empat pertanyaan di atas, pengetahuan dasar tentang menulis seperti PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan teknis menulis lainnya harus dikuasai.

***

8. Format Pertanyaan
Nama : Nurma anita
Pertanyaan : bun, mau menanyakan apakah dalam menulis harus wajib bikin outline dulu.. hihi terkadang malah gk bebas nulisnya.. hihi terkadang saya bikin kadang juga enggak soalnya..
➡ Outline dibuat untuk mempermudah penulis, agar tulisannya fokus dan rapih.
Apakah wajib? Sah-sah aja koq, menulis gak menggunakan outline :D
Namun di akhir sebaiknya tetap cek  apakah tulisan kita sudah ada 5W +1H-nya belum.

***

9. Nama : Dania

Pertanyaan :
1. Apakah kumpulan status medsos bisa/layak jadi buku?
➡ Bisa, salah satu contohnya buku 5 Guru Kecilku Teh Kiki Barkiah.

2. Bagaimana caranya?
➡ Pilih status yang bertema sama dan bermanfaat. Semacam status-status viralnya seleb FB gtu. Tulis kembali dalam MS word dan rapikan formatnya. Pilah-pilah sesuai topiknya (agar menjadi BAB-BAB buku), jika sudah cukup halamannya (minimal 90an) sepertinya sudah bisa jadi buku.

3. Adakah persyaratan2nya?
➡ Statusnya bermanfaat, berisi hal baik yang bisa dibagi. Original (bukan status hasil copas).

***

10. Nama: Gitaria Eka

Pertanyaan:
1. Bagaimana membangun rasa PD dalam menulis bagi pemula
➡ Kalau pengalaman saya,  ikut komunitas menulis yang membuat kita rajin menulis. Kemudian  menulis sebanyak-banyaknya di blog atau media lain. Mulai dari menuliskan hal kecil hingga yang lebih kompleks. Rajin membaca buku dan membaca tulisan orang lain.
Niatkan menulis untuk berbagi kebaikan dan memperoleh kesenangan (menulis untuk bahagia). Bukan menulis untuk mendapat apresiasi atau jempol dari orang lain.

2. Saya belum paham mengenai seluk beluk penulisan Hingga akhirnya menjadi sebuah buku, boleh tolong dijelaskan secara singkat

✅ Tentukan tema buku
✅Buat matrix buku
1. Judul Buku
2. Penulis
3. Target Pembaca
- Usia :
- Pendidikan :
- Wilayah :
- Profesi :
4. Fisik Buku :
- perkiraan naskah :
- perkiraan halaman cetak :
- ukuran buku :
- cover : soft/hard cover
5. Latar Belakang Menulis Buku
6. Manfaat Buku
7. Faktor lain
Hal-hal yang mungkin membatalkan pembaca tertarik membeli
✅ Buat Outline Buku
Berapa Bab, per-bab berapa halaman.
✅ Menulis, self editing
✅ Ajukan ke penerbit
✅ Cetak

***
11. Nama : Rena Nurul Ummah

Pertanyaan : Dalam menulis suatu karya, apakah Bunda Nani menyesuaikan tema, gaya bahasa, plot sesuai dgn target pembaca atau membebaskan diri menulis sesuai inspirasi yg mucul dari dlm diri sendiri? terima kasih Bund 🙏

➡ Bergantung jenis bukunya Mbak.
Kalau tema, saya sesuaikan dengan judul buku. Gaya bahasa dan pemilihan kata saya sesuaikan dengan target pembaca.
Tulisan inspirasi dengan target pembaca ibu-ibu, tentu saja berbeda dengan flash fiction. Untuk membuat tulisan inspirasi saya harus lebih peka dengan kejadian yang saya alami. Tidak harus menceritakan keberhasilan, bisa juga menceritakan kegagalan. Namun saya harus bisa merefleksikan dan menuliskan hikmahnya. Saat membuat flash fiction atau cerita anak-anak,  imajinasi saya yang lebih banyak bekerja.

***
Format Pertanyaan 👇🏻
Nama : Lia
Pertanyaan :
Bagaimana menentukan judul yang pas dan menarik dalam sebuah tulisan
➡ Untuk membuat judul yang menarik bisa mengikuti tahapan-tahapan berikut :
- Tentukan topik utama, lalu tarik 1 frasa yang terdiri atas 2-4 kata dari topik utama tsb
- tambahkan sesuatu yang berbau emosional
- tambah elemen format (cara, trik, tips, dan sebagainya)
-  tambahkan angka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Belajar 'Memicu Kreativitas Anak'

Resume Kulgram 'Keluarga Muslim Cerdas Finansial'