Menolak

Perasaan menolak dan ditolak sama-sama gak enaknya. Tetapi menurut seorang teman, menolak lebih berat daripada ditolak. Kalau menolak, kita merasa beban karena membuat pihak lain kecewa atau bahkan mengecewakannya juga. Kalau ditolak, katanya lebih mudah. Tinggal memperbaiki diri dan berusaha lagi.

Dalam dua pekan ini, sedang dihadapkan untuk memberikan informasi penolakan kepada beberapa pihak. 
Penolakan kepada calon orang tua siswa dan calon siswa.
Memberitahu orang tua akan lebih mudah daripada memberi tahu anak kecil. Yang paling dikasihankan adalah membahasakan mengapa dia tidak layak bersekolah di tempat yang sudah diinginkannya. 
Seorang manusia yang cukup dewasa saja merasa jatuh dan frustasi saat tidak lolos SPMB, apalagi seorang anak kecil yang baru berusia 6 th.
Kepercayaan dirinya akan hancur saat ada teman se-TKnya yang ternyata diterima sedangkan dirinya tidak. 

Walaupun memang, keputusan untuk menolak pun dengan berbagai pertimbangan matang.

Semoga 15 calon siswa dan calon orang tua bisa legowo dan bijaksana saat membaca surat yang berisi "Tidak diterima" dan anak-anak tersebut mendapatkan sekolah terbaik yang bisa memfasilitasi bakat dan kebutuhannya.

_Catatan sekretaris Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru, sambil memikirkan dan mereka-reka format surat  ketidaklulusan_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Belajar 'Memicu Kreativitas Anak'

Resume Kulgram 'Keluarga Muslim Cerdas Finansial'