Janji adalah utang, apalagi janji membayar utang

Seberapa sering kita berjanji untuk melakukan sesuatu tetapi tidak bisa menepatinya?
Ada yang mengatakan 'there is a will there are many ways", jika ada kemauan maka banyak jalan. Begitupun dg janji, jika sudah menjanjikan sesuatu maka harus dicari jalan untuk menepatinya.
Janji adalah utang, yup betul sekali. Apalagi janji mengembalikan uang atau membayar utang. Aku bukan penagih utang yang baik, jika ada yang meminjam uang akan sangat sulit buatku menagihnya kecuali kepepet2 amat. Jika seseorang meminjam uang kepadaku, kemudian aku memang punya pasti akan kupinjamkan. Lama pembayarannya pun tak pernah aku tentukan, sebisanya dia.
Namun sayang, beberapa orang yang aku percaya janjinya mengembalikan uang dg waktu yg dia tentukan ternyata tidak menepatinya. Janjinya abis lebaran, sampai mau lebaran lagi masih belum dibayar. Janjinya bulan ini ternyata 5 bulan kemudian.
Aku husnudzon mungkin tidak ada alokasinya, tetapi lagi2 janjinya yang aku ingat. Jika tidak bisa mengupayakan tak usah menjanjikan bulan ini itu. Ah, atau mungkin karakterku yg gak bisa nagih menjadi faktor tidak menyegerakan melunasinya. Merelakannya juga sangat berat, apalagi hampir semua tabunganku berupa piutang di orang lain yg menjanjikan membayarnya sudah lewat dari batas waktu yang dijanjikan.
Ya Rabb, berikan aku kelapangan rizki sehingga bisa membantu orang lain dg lebih leluasa tanpa khawatir mereka akan mengembalikan atau tidak. Berkahi rizki yg Engkau titipkan kpd hamba.

*berharap yang janjinya bulan ini melunasi hutang dimudahkan segala urusannya hingga mereka bisa menunaikan janjinya. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Belajar 'Memicu Kreativitas Anak'

Resume Kulgram 'Keluarga Muslim Cerdas Finansial'