Aliran Rasa Cerdas Finansial


Urusan ekonomi kadang menjadi hal penting. Belajar cerdas mengelola finansial membuat saya semakin merencanakan setiap rupiah yang dikeluarkan.

Mulai dari anggaran bulanan, mingguan, harian bahkan tahunan. Awalnya saya dan suami orang yang spontan dan let it flow. 
Dengan mendiskusikan kembali rencana jangka panjang keluarga kami dan milestones-nya. Kuadran butuh gak butuh, mendesak gak mendesak membuat kami lebih cerdas mengelola keuangan.

 Karena gak semua keinginan harus dipenuhi.
Belajar menahan diri untuk menunda kepuasan dan memilah mana kebutuhan dan keinginan.

Kami juga harus selalu ingat ada hak Allah dan orang lain dalam setiap rezeki kami. Jangan takut untuk berbagi, karena itulah yang kita yang sesungguhnya akan dibawa mati.
Ingat! Kain kapan tak punya saku, titipkanlah uang kita untuk bekal akhirat melalui orang lain.

Rezeki gak selalu berupa materi.
Kesehatan, ketenangan hidup, keluarga yang harmonis, ilmu yang berkah, tidur yang nyenyak berupa rezeki juga.


No Utang!
Bersyukur dengan apa yang dipunya. Jangan mudah tergiur membeli barang yang mewah yang sebenarnya kita gak terlalu butuh. Lebih baik bersabar dan menabung dari pada terjerat hutang apalagi riba.

Beberapa hal di atas semakin terkuatkan selama saya mengerjakan tantangan 10 hari game Level 8, Cerdas Finansial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Kulgram 'Keluarga Muslim Cerdas Finansial'

Pengalaman Belajar 'Memicu Kreativitas Anak'