Pernikahan Impian



Dua jam perjalanan pulang dari Sukabumi menuju Bogor lumayan menjemukan. Mau tidur gak bisa, mau main sama Adskhan, eh anaknya bobo. Ayahnya Adskhan juga tampak asyik memandangi jendela kereta.

Saya coba nyari film seru di YouTube.
Iseng-iseng search film muslim maker. Dulu ngikutin banget film-film pendek garapan Darul Qur'an. Sejak  Adskhan lahir sudah gak pernah nonton lagi.

Beberapa judul baru muncul, saya memilih film Pernikahan Impian yang berdurasi 9 menit.

Berkisah tentang 4 perempuan yang mengeluhkan pernikahan masing-masing. 

Suami perempuan pertama sering marah-marah, dan mereka sering bertengkar. 

Suami perempuan kedua seorang hafiz. Namun sang istri mengeluhkan bacaan solatnya yang panjang saat mereka berjamaah. Membuat istrinya ketiduran bahkan beneran jatuh saat solat.

Perempuan ketiga seorang pengusaha muda yang sukses. Namun suaminya  gak romantis, dan gak menghargai usaha dia yang bela-belain naik angkot untuk memberi kejutan ulang tahun. Suaminya malah marah karena istrinya mengganggu meeting pentingnya.

Apa yang disampaikan perempuan keempat?

Awalnya dia gak enggan bercerita, setelah didesak teman-temannya akhirnya mau bercerita.

Dia bercerita kalau suaminya ngajinya biasa-biasa saja  masih belajar ngaji sama kaya dia, tapi jika ada bacaan ngajinya yang salah, suaminya mengoreksi tanpa marah-marah.

 Suaminya tak pandai masak, tetapi kegiatan memasak mereka menjadi menyenangkan serasa di syurga.

 Suaminya bukan raja kaya raya, tapi dia diperlakukan seperti ratu semesta.

"Suamiku banyak kekurangannya. Tapi bukankah fungsi pernikahan untuk menutupi kekurangan satu sama lain. Biarlah hanya aku yang tahu kekurangan suamiku. " Imbuhnya. 

Tiga temannya malu mendengar penjelasan perempuan ketiga.
Perempuan yg suaminya hafiz segera menelpon dan meminta maaf. Perempuan kedua dan ketiga ternyata mendapat kejutan manis dari masing-masing suaminya.

Menonton film tersebut mengingatkan saya kepada kisah Nabi Ibrahim dan menantunya.

Suatu hari, Nabi Ibrahim mengunjungi rumah Ismail. Beliau disambut oleh menantunya yang tak tahu kalau yang datang adalah ayah suaminya. Ketika ditanya tentang kabar suami dan pernikahannya, berkeluhkesahlah perempuan tersebut tentang kekurangan suaminya serta kesusahan hidup yang dialaminya. 

 Nabi Ibrahim pun memintanya menyampaikan pesan kepada Ismail untuk mengganti palang pintu rumahnya.
Sewaktu pulang dan mendapati cerita istrinya, Ismail tahu bahwa yang datang adalah ayahnya dan berpesan untuk menceraikan istrinya.
Ismail pun mengikuti nasihat ayahnya.

Di kemudian hari Nabi Ibrahim berkunjung lagi ke rumah anaknya. Kali ini dia disambut perempuan berbeda (istri baru Ismail), ketika ditanya tentang kabar suami dan pernikahannya sang perempuan menceritakan hal yang baik dan kesyukuran pernikahannya dengan Ismail.
Nabi Ibrahim pamit dan menitipkan pesan agar Ismail memelihara palang pintunya. 

‌Pernikahan kadang tak selamanya indah. 
‌Suami tak selalu romantis dan memahami kita, anak-anak tak selalu manis dan mudah diatur, urusan domestik tak selalu menyenangkan untuk dikerjakan.

Namun... Jika kita menjalaninya dengan kesabaran dan penuh keikhlasan semuanya akan terasa mudah dan menyenangkan.

Nasihat yang begitu dalam untuk diri saya sendiri adalah menjaga lisan..
Jangan sesekali menceritakan kekurangan suami kepada orang lain. Walaupun itu keluarga kita sendiri.
Cukup hanya saya, suami dan Allah yang tahu. 

‌'Suami istri adalah pakaian bagi pasangannya. Suami istri adalah penutup  "aurat" (aib) bagi pasangannya'

Jika ingin pernikahan kita sempurna selayaknya pernikahan impian, sempurnakanlah pernikahan kita dengan rasa sabar dan syukur kita.
‌#catatannani
‌#selfreminder

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Belajar 'Memicu Kreativitas Anak'

Resume Kulgram 'Keluarga Muslim Cerdas Finansial'