Mengatasi GTM


Sedih gak Bun jika anak kita makannya sedikit?
Bikin patah hati dan kepikiran terus, khawatir pertumbuhannya terhambat karena makannya sedikit, apalagi berat badannya gak nambah-nambah.

Sudah hampir dua minggu anak saya GTM alias Gerakan Tutup Mulut, makannya sedikit sekali.
Saya dan suami awalnya memahami kondisi ini sebagai salah satu fase karena sedang tumbuh gigi, tapi koq tetap saja ya sampai sekarang.
Kami pun mencari tahu penyebab GTM anak pada umumnya dan mengobservasi penyebab GTM Adskhan.

Menurut penelitian multisenter IDAI, penyebab tersering GTM pada anak adalah inappropiate feeding practice, perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Seringkali, hal ini terjadi sejak fase penyapihan atau waktu dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).  Pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan serta harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Pemberian makanan sesuai tahapan perkembangan anak mencakup tekstur makanan dan perbandingan makanan padat serta cair.

Apa sih yang seharusnya dilakukan orangtua untuk mencegah batitanya mogok makan? Jawabannya adalah dengan melatih perilaku makan yang benar (feeding rules) pada anak. Bagaimana caranya?

Dos:
- Atur jadwal makanan utama dan makanan selingan (snack) yang teratur yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya. Susu dapat diberikan dua - tiga kali sehari (500-600 ml/hari).
- Batasi juga waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.
- Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan. Biasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.
- Dorong anak untuk makan sendiri. Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan akhiri proses makan. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Donts :
- Jangan memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya.
- Jangan membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau naik sepeda.
- Jangan memberikan minuman lain selain air putih di antara waktu makan.
- Jangan menjadikan makanan sebagai hadiah.
 
(Sumber http://www.idai.or.id)

Dari informasi di atas, saya menyadari bahwa ada beberapa perilaku yang sering saya lakukan kepada Adskhan yang mungkin menjadi salah satu penyebab GTM, yaitu
- mengajaknya makan sambil berjalan-jalan
- memberikan makan secara terpisah, tidak bersama-sama dengan saya dan suami
- membedakan makanan dia dengan makanan saya dan suami
- memberikan makan tidak sesuai jadwal, bahkan kalau weekend cenderung polanya berantakan
- membiarkan dia memakan camilan yang mungkin tidak sesuai dengan tahap perkembangannya.

Wuiih, lumayan banyak ya kesalahannya. Dari sana saya membuat beberapa perencanaan untuk mengatasi GTM Adskhan yaitu :
- mengobservasi makanan favorit Adskhan
- membuat menu favoritnya yang memenuhi menu 4 bintang dan variatif
- mengatur jam makan
- membuat suasana makan yang menyenangkan tetapi tetap fokus terhadap makanan
- makan bersama

Beberapa informasi penting yang saya peroleh dari sharing dengan member grup IIP.
Cara makan
- makan bersama dapat menjadi contoh bahwa orang tuanya gak pilih-pilih makanan
Menu makan
 - anak yang sedang tumbuh gigi suka dengan makanan yang dingin
- variasikan menu makanan dengan mengganti nasi dengan karbo lain seperti pasta dan ubi
- jika anak berat badannya kurang, dalam seminggu bisa dimasakan 3x daging merah, 2x ayam, 2x ikan.

GTM seolah menjadi fase yang harus dilewati setiap anak dan membuat pening ibunya. Semoga tulisan saya ini bisa memberikan sedikit informasi.
Ditunggu sharingnya tentang mengatasi GTM anak ya ;)

#ODOPfor99days

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu, Mohon Tidak Sembarang Memberikan Makanan kepada Anak Orang Lain

Aliran Rasa Bunda Sayang Game Level 5