Hari Kesebelas Melatih Kemandirian Adskhan

Bismillah...
Tetap melanjutkan tantangan kemandiran, karena perjalanan panjang pelatihan toilet training Adskhan sepertinya masih akan memakan waktu yang cukup lama dan tetap menarik untuk saya tulis. Sebagai penyemangat saya dan suami juga.

Hari ini kami menikmati sunday morning. Raker IIP yang tetiba dipending membuat saya 'malas' pergi-pergi selain menikmati waktu bersama Adskhan dan Ayah.

Apa rencana kami?
Ayah ingin membuat soto, jadi pagi-pagi banget kami pergi ke rumah mamang sayur di belakang Alfamart. Mamang sayur ini terkenal murah dan gak segan-segan ngasih potongan harga. Pelayanannya pun memuaskan. Kalau weekend biasanya kami sempatkan belanja di rumahnya sebelum dia keliling. Misi ke tukang sayur done! Dengan menghabiskan uang 70.000,- kami yakini bisa menjadi stok bahan makanan 3 hari ke depan.

Setelah itu kami berencana ke Tandon Ciater. Menikmati family time. Biasanya  hampir seminggu sekali kami ke Tandon, tetapi hujan dan kegiatan ayah yang padat menjadi alasan kami gak ke Tandon dalam dua bulan terakhir. 
Kami berencana ke Tandon sambil membetulkan sepeda ayah di bengkel sebelum Tandon.

Berbekal bubur ayam, keripik air dan pakaian Adskhan kami berangkat menuju Tandon berboncengan naik sepeda. Sepeda Ayah ternyata baru bisa selesai diperbaiki dzuhur. Ya sudah kami tinggalkan. Tetap berniat menuju Tandon walaupun berjalan. 
Sesampainya di masjib Madani, niat kami untuk ke Tandon diurungkan dan memilih menikmati sunmor -sunday morning- dengan makan bubur dan santai-santai di pelataran masjidnya yang asri dan bersih.

Bagaimana dengan toilet training Adskhan?
Semalam Adskhan tidur tanpa diapers dan terbangun beberapa kali karena pipis dan pengen nenen. Alhmdulillah Ayah selalu sigap menemani saya dan mengganti celana Adskhan.

Pagi harinya, kami pakaikan clodi saat berencana ke Tandon. Adskhan sepertinya nyaman dan kami pun terbuai dengan kemewahan clodi..hehe
(Gak harus ngecekin Adskhan pipis atau gak, dan mengganti celananya).



Saat kembali pulang dari pelataran masjid Madani, Ayah cuci tangan di kamar mandi dan Adskhan ikut. Kami melihat respon Adskhan ke kamar pergi ke kamar mandi adalah salah satu tanda kalau dia mau pipis. Dan ternyata benar, dia pipis sesudah di kamar mandi, walaupun clodinya belum dilepas sempurna.
Good job, dear!

Siang hari pun Adskhan berjalan sendiri ke kamar mandi saat saya asyik makan soto buatan ayah di dapur, dan ternyata dia sudah pipis di kamar mandi saat ayah menemukannya..
Aihh, anakku! Maafkan Bundamu yang kurang respek.
Seharian Adskhan gak BAB, membuat saya dan suami sedikit resah. Sore hari bada Ashar, ketika saya menikmati seblak ceker dan suami sedang memoles sepeda kesayangannya Adskhan menunjukan tanda-tanda ngeden. Saya pun melempar tanggung jawab cebokin Adskhan ke ayah dengan alasan masih makan seblak ceker..hehe

Malam ini Adskhan tetap tidur pakai celana aja walaupun saya dan suami sempat berkompromi agar Adskhan tidur pakai clodi atau diapers karena bau pesing pipis Adskhan di kasur beberapa hari ini lumayan menyengat dan alhamdulillah sedikit berkurang setelah 2 hari kasur dijemur terus-terusan.
Bismillah, jangan tergoda diapers karena alasan takut kasur bau pesing lagi. Dicari solusi lain dengan benar-benar mengoptimalkan alas ompol.


Lesson learned :
- jangan tergoda diapers
- selalu respek dengan respon Adskhan yang pergi sendiri ke kamar mandi jika ingin pipis




Ciater, 5 Maret 2017

#JurnalAdskhan
#ToiletTraining
#MelatihKemandirianAnak
#IbuProfesional
#IIP
#BundaSayang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Belajar 'Memicu Kreativitas Anak'

Resume Kulgram 'Keluarga Muslim Cerdas Finansial'